MANAJEMEN STRATEGIS DAN PENENTUAN BISNIS PELAYANAN KESEHATAN
Nama : Andriani Wulansari
NIM : 2130017029
Kelas : IKM 4A
MANAJEMEN STRATEGIS DAN PENENTUAN BISNIS PELAYANAN KESEHATAN
Prinsip Manajemen Strategis
Manajemen strategis adalah suatu cara untuk mengendalikan organisasi secara efektif dan efisien, sampai kepada implementasi garis terdepan, sedemikian rupa sehingga tujuan dans asaranya tercapai. sasaran menajemen strategic adalah meningkatkan :
• kualitas organisasi
• efisiensi pengangguran
• penggunaan sumberdaya
• kualitas evaluasi program dan pemantauan kinerja, serta
• kualitas pelaporan
Prinsip manajemen strategic adalah adanya strategy formulating yang akan mencerminkan keinginan dan tujuan organisasi yang sesungguhnya; adanya strategi implementasi yang menggambarkan cara mencapai mencapai tujuan secara teknis strategi implementasi mencerminkan kemampuan organisasi dan alokasinya termasuk dalam hal ini adalah alokasi keuangan (dengan anggaran berbasis kinerja)serta strategi evaluasi yang mampu mengukur, mengevaluasi dan memberikan umpan balik kinerja organisasi.
Prinsip Manajemen menurut Ahli
Bozemen dan staussman (dalam Hughets, 1998:159-160) mengemukakan empat prinsip penerapan manajemen strategic pada sektor public yaitu:
perhatian pada jangka panjang
pengintegrasian tujuan dan sasaran dalam hirarchi yang jelas
kesadaran bahwa manajemen strategic dan perencanaan strategic membutuhkan kedisiplinan dan komitmen untuk dapat dilaksnakan dan tidak self-implementing.
Memahami Dinamika Lingkungan Pelayanan Kesehatan
Kesehatan lingkungan sebagai salah satu upaya kesehatan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setingi-tingginya sebagaimana tercantum dalam pasal 162 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah. Sampai saat ini hasilnya telah ditunjukkan oleh pengadaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.
Konsep Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis merupakan suatu proses organisasi dalam menentukan strategi atau arah serta keputusan bagaimana sumberdaya organisasi itu hendak dimanfaatkan untuk mencapai tujuan dalam jangka panjang. Perencanaan strategis menurut Supriyanto dan Ernawati (2010) adalah proses manajemen dalam menciptakan dan memelihara kesesuaian antara tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki guna menangkap peluang pasar yang selalu berkembang.
Menurut Bryson (2004), proses perencanaan strategis terdiri dari delapan langkah, yaitu :
Memperkarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis
Mengenditifikasi mandate organisasi
Memperjelas misi dan nilai-nilai organisasi
Menilai lingkungan eksternal : peluang dan ancaman
Menilai lingkungan internal : kekuatan dan kelemahan
Mengedentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi
Merumuskan strategi untuk mengelola isu-isu
Menciptakan visi organisasi yang efektif bagi masa depan.
Peran Pemimpin Dalam Perencanaan Strategis
Tugas seorang pemimpin dalam kelompok ialah:
Memelihara struktur kelompok, menjamin interaksi yang lancar, dan memudahkan pelaksanaan tugas-tugas.
Menyinkronkan ideologi, ide, pikiran dan ambisi anggota-anggota kelompok dengan pola keinginan pemimpin.
Memberikan rasa aman dan status yang jelas kepada setiap anggota, sehingga mereka bersedia memberikan partisipasi penuh.
Memanfaatkan dan mengoptimasikan kemampuan, bakat dan produktivitas semua anggota kelompok untuk berkarya dan berprestasi.
Menegakkan peraturan, larangan, disiplin dan norma-norma kelompok agar tercapai, meminimanisir konflik dan perbedaan-perbedaan.
Merumuskan nilai-nilai kelompok, dan memilih tujuan-tujuan kelompok, sambil menentukan sarana dan cara-cara operasional guna mencapainya.
Mampu memenuhi harapan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan para anggota, sehingga mereka merasa puas juga membantu adaptasi mereka terhadap tuntutan-tuntutan eksternal di tengah masyarakat, dan memecahkan kesulitan-kesulitan hidup anggota kelompok setiap harinya.
Strategis Pengembangan Bisnis Pelayanan Kesehatan
Sebuah organisasi untuk mampu bersaing di dalam industri harus memiliki kompetensi agar memiliki daya saing. Organisasi dituntut untuk bekerja secara professional laiknya organisasi swasta (Keumala dan Unik, 2008). Sebuah organisasi dituntu memiliki misi yang jelas, serta mampu bertahan dengan perubahan lingkungannya. Laba perusahaan bergantung pada besarnya penjualan bergantung pada faktor-faktor kunci dalam menjalankan strategi atau model bisnisnya (Primandari, 2012).
NIM : 2130017029
Kelas : IKM 4A
MANAJEMEN STRATEGIS DAN PENENTUAN BISNIS PELAYANAN KESEHATAN
Prinsip Manajemen Strategis
Manajemen strategis adalah suatu cara untuk mengendalikan organisasi secara efektif dan efisien, sampai kepada implementasi garis terdepan, sedemikian rupa sehingga tujuan dans asaranya tercapai. sasaran menajemen strategic adalah meningkatkan :
• kualitas organisasi
• efisiensi pengangguran
• penggunaan sumberdaya
• kualitas evaluasi program dan pemantauan kinerja, serta
• kualitas pelaporan
Prinsip manajemen strategic adalah adanya strategy formulating yang akan mencerminkan keinginan dan tujuan organisasi yang sesungguhnya; adanya strategi implementasi yang menggambarkan cara mencapai mencapai tujuan secara teknis strategi implementasi mencerminkan kemampuan organisasi dan alokasinya termasuk dalam hal ini adalah alokasi keuangan (dengan anggaran berbasis kinerja)serta strategi evaluasi yang mampu mengukur, mengevaluasi dan memberikan umpan balik kinerja organisasi.
Prinsip Manajemen menurut Ahli
Bozemen dan staussman (dalam Hughets, 1998:159-160) mengemukakan empat prinsip penerapan manajemen strategic pada sektor public yaitu:
perhatian pada jangka panjang
pengintegrasian tujuan dan sasaran dalam hirarchi yang jelas
kesadaran bahwa manajemen strategic dan perencanaan strategic membutuhkan kedisiplinan dan komitmen untuk dapat dilaksnakan dan tidak self-implementing.
Memahami Dinamika Lingkungan Pelayanan Kesehatan
Kesehatan lingkungan sebagai salah satu upaya kesehatan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setingi-tingginya sebagaimana tercantum dalam pasal 162 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah. Sampai saat ini hasilnya telah ditunjukkan oleh pengadaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.
Konsep Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis merupakan suatu proses organisasi dalam menentukan strategi atau arah serta keputusan bagaimana sumberdaya organisasi itu hendak dimanfaatkan untuk mencapai tujuan dalam jangka panjang. Perencanaan strategis menurut Supriyanto dan Ernawati (2010) adalah proses manajemen dalam menciptakan dan memelihara kesesuaian antara tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki guna menangkap peluang pasar yang selalu berkembang.
Menurut Bryson (2004), proses perencanaan strategis terdiri dari delapan langkah, yaitu :
Memperkarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis
Mengenditifikasi mandate organisasi
Memperjelas misi dan nilai-nilai organisasi
Menilai lingkungan eksternal : peluang dan ancaman
Menilai lingkungan internal : kekuatan dan kelemahan
Mengedentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi
Merumuskan strategi untuk mengelola isu-isu
Menciptakan visi organisasi yang efektif bagi masa depan.
Peran Pemimpin Dalam Perencanaan Strategis
Tugas seorang pemimpin dalam kelompok ialah:
Memelihara struktur kelompok, menjamin interaksi yang lancar, dan memudahkan pelaksanaan tugas-tugas.
Menyinkronkan ideologi, ide, pikiran dan ambisi anggota-anggota kelompok dengan pola keinginan pemimpin.
Memberikan rasa aman dan status yang jelas kepada setiap anggota, sehingga mereka bersedia memberikan partisipasi penuh.
Memanfaatkan dan mengoptimasikan kemampuan, bakat dan produktivitas semua anggota kelompok untuk berkarya dan berprestasi.
Menegakkan peraturan, larangan, disiplin dan norma-norma kelompok agar tercapai, meminimanisir konflik dan perbedaan-perbedaan.
Merumuskan nilai-nilai kelompok, dan memilih tujuan-tujuan kelompok, sambil menentukan sarana dan cara-cara operasional guna mencapainya.
Mampu memenuhi harapan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan para anggota, sehingga mereka merasa puas juga membantu adaptasi mereka terhadap tuntutan-tuntutan eksternal di tengah masyarakat, dan memecahkan kesulitan-kesulitan hidup anggota kelompok setiap harinya.
Strategis Pengembangan Bisnis Pelayanan Kesehatan
Sebuah organisasi untuk mampu bersaing di dalam industri harus memiliki kompetensi agar memiliki daya saing. Organisasi dituntut untuk bekerja secara professional laiknya organisasi swasta (Keumala dan Unik, 2008). Sebuah organisasi dituntu memiliki misi yang jelas, serta mampu bertahan dengan perubahan lingkungannya. Laba perusahaan bergantung pada besarnya penjualan bergantung pada faktor-faktor kunci dalam menjalankan strategi atau model bisnisnya (Primandari, 2012).
Komentar
Posting Komentar